Tampilkan postingan dengan label Cerita Rakyat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Rakyat. Tampilkan semua postingan

Sawunggaling (Jawa Timur)

 Jaka Berek baru saja pulang dari bermain dengan teman-temannya. Ia marah, penasaran bukan kepalang karena teman-temannya selalu mengejek bahwa ia tak punya ayah sah alias anak haram.
Sesampai di rumah, Jaka Baerek segera menjumpai ibunya yang saat itu sedang berkumpul dengan kakek dan neneknya.
” Biyung (Ibu), aku tak tahan lagi,” ujar Jaka
” Ada apa, Anakku ? Kenapa wajahmu cemberut begitu?” tanya ibu Jaka-Dewi Sangkrah.
”Biyung harus menjelaskan, siapakah sebenarnya ayahku?..Kalau sudah meninggal dimana kuburnya biar aku mengirim do’a di pusaranya, dan jika masih hidup, sudilah ibu menunjukkan tempatnya padaku.”rengek Joko pada Ibunya.

Pengorbanan Ibu (Maluku)

    Kisah ini bermula di daerah Maluku Utara, tepatnya di daerah Tobelo. Beratus tahun yang lalu di suatu rumah yang berdindingkan daun rumbia hiduplah satu keluarga. Sang ayah seorang nelayan yang siang dan malam hidupnya diatas lautan, mempertaruhkan nyawa untuk menghidupi anak isterinya.
sang isteri adalah wanita setia dan sangat bijaksana. Mereka memiliki dua orang anak. yang sulung anak perempuan bernama O bia Moloku, kecantikannya melebihi ibunya. Sedangkan adiknya yang laki-laki bernama O Bia Mokara, ganteng  seperti ayahnya.

Asal Mula Candi Prambanan (Yogyakarta)

    Zaman dahulu ada sebuah kerajaan di Pengging. sang raja mempunyai seorang putera bernama Joko Bandung. Joko bandung adalah seorang pemuda perkasa, seperti halnya sang ayah, ia juga mempunyai berbagai ilmu kesaktian yang tinggi. bahkan konon kesaktiannya lebih tinggi dari ayahnya karena Joko bandung suka berguru kepada para pertapa sakti.

Menggadaikan Kerajaan (Riau)

    Dahulu kala ada sebuah kerajaan yang disebut kerajaan Tiangkerarasen. Negeri itu aman dan tentram karena sang raja memerintah dengan bijaksana. beliau mempunyai beberapa orang putera dan puteri dari seorang permaisuri yang cantik jelita.
    Namun ketentraman dan kebahagiaan keluarga itu tak berlangsung lama. Pada suatu hari, raja berjalan-jalan dengan menunggang kuda kesayangannya. ditengah perjalanan ia bertemu dengan seorang gadis yang cantik jelita. setelah berkenalan,raja mengajak gadis itu pulang ke istana. Gadis itu selain cantik ternyata mempunyai perangai yang lembut dan tutur kata yang halus. Raja jatuh cinta dan menikahi gadis tersebut. Tindakan raja ini ditentang oleh permaisuri dan putera-puterinya. Namun raja terlalu mencintai gadis itu.

Batu Keramat ( Dari Irian Jaya)


  Didaerah Yapen Timur, tepatnya daerah Wawuti Revui, terdapat sebuah gunung bernama Kamboi Rama.

Masyarakat berkumpul dan berpesta di gunung itu. Di gunung itu juga tinggal seorang raja tanah atau dewa bernama Iriwonawai. Dewa itu memiliki sebuah tifa atau gendang yang diberi nama sokirei atau soworoi. Jika gendang itu berbunyi, orang-orang akan berdatangan dan berkumpul karena pada kesempatan itulah mereka dapat melihat gendang itu. Akan tetapi, yang dapat melihat gendang itu hanya orang-orang tua berkekuatan gaib.

Penjaga Gunung (Sulawesi Utara)

    Legenda ini berhubungan dengan adanya dua buah gunung yang berhadapan jauh. Gunung yang terletak di sebelah timur bernama Kamonsope. Masing-masing terdapat di Labundoua dan di Kabaena,
    Dahulu, Gunung Saba Mpolulu itu di sebut gunung mata air. Air milik penjaga gunung Kamonsope diminta oleh penjaga gunung Saba Mpolulu. tetapi,penjaga gunung Komensope tidak mau memberikan air itu. Meskipun begitu, penjaga gunung Saba Mpolulu tetap berupaya memiliki air itu. Maka ia tetap mencari jalan walaupun dengan cara paksa.penjaga gunung Kamonsope tetap juga bertekad tidak mau mundur selangkahpun, walau untuk itu ia harus mengorbankan nyawanya.